SBY Masih Ungguli Mega
Oleh: Tim Liputan Khusus MT

Dari beberapa survei di Indonesia yang dikutip oleh Tim Liputan Khusus Buletin Mentari Timur, yang dilakukan oleh beberapa media massa atau badan non-profit organization baik dari dalam maupun luar negeri, bisa ditarik kesimpulan bahwa kandidat presiden dari Partai Demokrat Susilo Bandung Yudhoyon (SBY) masih memiliki keunggulan popularitas yang cukup menyolok dibandingkan dengan kandidat presiden yang lain, Presiden Megawati Soekarnoputri.
Dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada tanggal 23-25 Agustus 2004, disebutkan bahwa untuk sementara pasangan calon SBY-Kalla mendapatkan hasil 61.1% dari responden, sedangkan pasangan Mega-Hasyim mendapatkan 30.3% suara dari responden survei. 

Survei nasional LSI tersebut dibiayai oleh JICA (Japan International Corporation Agency) dan dilakukan di seluruh provinsi, di 150 desa dan kelurahan. Jumlah responden sebanyak 1,200 yang dipilih dengan metode standard, multistage random sampling dengan sampling error 3%.
Sedangkan menurut servei lain yang diselenggarakan oleh International Foundation for Election Systems (IFES) yang didukung melalui bantuan UNDP dan USAID mengatakan 62% responden memilih calon pasangan SBY-Kalla dibandingkan dengan Mega-Hasyim yang hanya 28% dengan margin of error 2.8% dan level of confident 95%.
Sama seperti survei LSI, pengumpulan responden sebanyak 1,250 melalui wawancara oleh IFES juga dilakukan pada 32 provinsi di Indonesia dan dilakukan pada kurun waktu antara 7 hingga 14 Agustus 2004. 

Nama Survei  Waktu Pengumpulan Sampel SBY / Kalla  Mega / Hasyim
LSI,  Agustus 23-25 2004  61% 30%
IFES Agustus 7-14 2004  62%  28%
LSI July 17-19 2004 68%  23%
IFES July 7-14 2004 66%  24%

Walaupun pasangan Mega-Hasyim didukung oleh Koalisi Kebangsaan yang terdiri dari PDIP, Golkar, PPP, PDS, PBR, PKPB dan PNI Marhaenisme, di mana koalisi ini menguasai sekitar 60% kursi DPR, tidak ada atau belum ada mekanisme yang memastikan mesin politik bekerja maksimal dan pemilih mau patuh sepenuhnya dengan arahan partai politik.
Yang menarik dari apa yang dihasilkan dari survei LSI bulan Juli lalu, kemenangan SBY atas Mega bukan karena publik kecewa dengan kebijakan Mega selama menjadi presiden. Lebih banyak pemilih yang cenderung setuju dengan kebijakan Mega di berbagai bidang seperti ekonomi dna politik ketimbang yang tidak setuju. Kecuali untuk penanganan korupsi di pemerintahan. 
Lebih lanjut dari studi ini dikatakan, perbedaan antara SBY dan Megawati menonjol di aspek kepribadian. Di semua unsur kepribadian, mulai dari kejujuran, kewibawaan, sampai pada perhatian, SBY unggul di atas Mega. Persepsi publik atas SBY juga lebih tinggi untuk isu kemampuan, ketegasan dan kecerdasan. Keyakinan akan aspek kepribadian inilah yang tampaknya lebih mempengaruhi pemilih akan calon presiden pilihan untuk lima tahun yang akan datang.
Dari data LSI pula, salah satu cara yang dapat ditempuh capres untuk meraih simpati pemilih adalah dengan mengumumkan nama-nama kabinet menteri mendatang. Lebih dari 60% responden setuju dengan pengumuman nama lengkap kabinet ini.
Ini semua kami sampaikan kepada Anda sebagai bahan referensi dari hasil studi yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk keputusan akhir akan siapa calon yang tepat, semuanya ada di tangan Anda. Selamat memilih! (AF/SB)