Drama Penyanderaan di Rusia
Tim Peliput Berita MT

BESLAN - Drama penyanderaan di Sekolah Nomor 1 di Beslan, Ossetia Utara, mungkin menjadi catatan terburuk dalam sejarah di Rusia. Meski krisis sandera telah berakhir Jumat lalu, korban jiwa ternyata bertambah. Tercatat 340 orang tewas. Dari jumlah tersebut, 155 di antaranya anak-anak.
Jumlah korban tewas itu telah dikonfirmasikan kepada pejabat Rusia setelah dilakukan pembersihan ruang gimnasium di sekolah itu, tempat para sandera disekap sekelompok pemberontak Chechnya. Banyaknya korban tersebut mengejutkan banyak kalangan. Selain itu, sekitar 500 orang luka-luka. Sebagian besar telah dilarikan dan dirawat di rumah sakit terdekat di Vladikavkaz, Ossetia Utara.
Jatuhnya banyak korban jiwa itu memicu keprihatinan. Apalagi, itu terjadi setelah pasukan khusus Rusia menyerbu gedung sekolah untuk melakukan operasi penyelamatan. Pengakuan dari seorang tentara Rusia bahwa sebenarnya penyerangan tersebut adalah bukan penyerangan yang direncanakan. Penyandera mulai menembaki beberapa orang dari regu penyelemat di sekitar lingkaran luar gedung. Namun, tidak diketahui dengan pasti asal muasal pertama kali terdengarnya tembakan dan ledakan pertama kali terhadap mereka. Tapi yang jelas satu anggota dari tim kesehatan tersebut tewas dalam insiden awal tersebut.
Berbagai surat kabar terkemuka di dunia memuat foto-foto sejumlah siswa yang melarikan diri dari sekolah di halaman depan. Wajah mereka terlihat trauma. Mereka juga mengecam Moskow karena gagal mencegah banjir darah para sandera. Presiden Rusia Vladimir Putin dikritik keras soal penanganan terhadap krisis sandera itu. Begitu pula sikap keras Putin atas Chechnya disorot.
Dalam perkembangan baru, Kepala Dinas Keamanan Ossetia Utara Valery Andreyev membeberkan, gerilyawan Chechnya telah merencanakan penyanderaan dengan baik. Dikatakan, mereka lebih dulu memeriksa daerah itu dan menyamar sebagai pekerja untuk membangun ruang olahraga di sekolah tersebut.
Apa buktinya? "Kami telah menemukan sejumlah besar peledak dan ranjau. Tampaknya, aksi ini telah direncanakan dengan baik," ungkap Andreyev kepada Interfax kemarin. Ditambahkannya, peledak serta ranjau dan peluncur roket disembunyikan di ruang bawah tanah sekolah.
Pelaku, beber dia, awalnya mengintai dua sekolah lain pada Juli lalu. Tapi, kemudian menetapkan serangan pada sekolah nomor 1 di Beslan. Sekolah itu dipilih karena sedang dibangun kembali selama musim panas dan butuh banyak hal, termasuk tambahan lantai di ruang olahraga.
Putin telah memerintahkan penutupan pintu masuk ke Beslan dan sekitar Ossetia untuk memburu teroris. "Salah satu aksi teroris adalah mengobarkan kebencian etnis dan meledakkan seluruh wilayah kita di Kaukasus Utara," ujarnya dalam brifing kepada pejabat keamanan
Siapa pun yang bersimpati, lanjutnya, akan dianggap sebagai kaki tangan teroris. Lantas, apa komentarnya atas penyerbuan pasukan khusus Rusia sehingga penyandera meledakkan sekolah dan jatuh korban cukup besar? "Kami telah memeriksa seluruh cara yang mungkin atas aksi di Beslan. Namun, penggunaan kekuatan dan penyerbuan oleh pasukan khusus itu tidak direncanakan," kilahnya
Putin berjanji akan meningkatkan keamanan di wilayah Rusia. Penyanderaan itu, lanjutnya, serangan teroris yang mengancam seluruh Rusia. Dia juga berjanji, Moskow tidak akan bisa diperas.
Aksi kekerasan dan teror di Rusia ini telah menjadi tren yang menakutkan. Salah satu aksi penyanderaan yang terjadi di tahun 2002 juga merenggut nyawa ratusan orang. Ketika sekitar 50 orang kelompok penyerang menyandera 800 orang pada sebuah kesenian di salah satu teater di Moskow. Drama penyanderaan berakhir dengan tewasnya 115 orang, setelah pasukan khusus Rusia menggunakan gas dalam aksi pembebasan setelah tiga hari dalam penyekapan (IK/AF)