Dasar-dasar Keislaman
Bagian 1: Shahadah
Oleh: Hj. Betania Muflih

     Pada edisi yang lalu kita telah membahas secara sekilas arti Islam, Iman dan Ihsan beserta sumber daripada rukun Iman dan Islam tersebut.

     Mulai edisi ini, akan dibahas makna dari setiap rukun itu secara lebih mendalam. Kita akan memulai dengan rukun Islam yang pertama yaitu Shahadah atau kesaksian (Declaration of Faith).

Lafaz Shahadah adalah :


Yang artinya : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosulullah”.

Pada kesempatan ini kita akan perjelas makna                                 


Sedangkan pada edisi mendatang Insya Allah akan kita bahas makna dari :                   


Allah berfirman :


“ Ketahuilah (wahai Muhammad ) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.” (surah 47:19)

 

Dan Rosulullah SAW bersabda :

“ Barang siapa yang mengucapkan ’Laa Ilaaha Illallaah’ dengan ikhlas sepenuh hati pasti masuk surga.” (Hadis Riwayat Al Bazzar di benarkan dan di riwayatkan oleh Imam Al Bani dalam kitabnya Shahih Al Jami )

     Interpretasi dari melafazkan “ Laa Ilaaha Illallaah “ adalah meyakini bahwa tak sesuatu atau seorang pun yang berhak disembah selain dari Allah SWT saja.

    Sedangkan melafazkan secara ikhlas sepenuh hati berarti memahami ajaran yang benar, melakukan apa yang diperintahkan, mencegah apa  yang dilarang, mengajak yang lain pada kebaikan sebab itu adalah suatu kunci untuk berserah diri yang benar serta merupakan pondasi dari Tauhid.

 

     Kaum kafir Arab pada Era Jahiliyah memahami betul konsekwensi dari kalimat

Laa Ilaaha Illallaahu  sebab itulah mereka menolak untuk mengucapkan secara sungguh-sungguh.

Allah berfirman :

“ Sesungguhnya apabila dikatakan kepada mereka


(tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah) mereka menyombongkan  diri (dengan mengingkarinya) dan mereka berkata “ apakah kita akan meninggalkan Tuhan-Tuhan kita karena ahli syair yang gila ini ?” Sekali-kali tidak.  Sesungguhnya ia ( Muhammad SAW ) telah datang dengan membawa kebenaran (yaitu agama Allah yang berupa monoteisme Islam dan Qu’ran) dan ia membenarkan para Rasul (yang di utus sebelum beliau yang membawa ajaran yang sama ) (Surah 37 : 35 – 37)


Jadi:

adalah dasar landasan Tauhid dan Akidah Islam, ia adalah merupakan suatu sistem dan pola kehidupan yang utuh dan komplit, dimana segala bentuk interpretasi peribadatan kita terealisasikan. Dan kesempurnaan itu aka terjadi / tercapai apabila seorang Muslim benar-benar menyerahkan sepenuh jiwa dan raganya pada Allah SWT saja serta tunduk dan patuh terhadap garis-garis aturannya. (MS)