Mesjid Indonesia Pertama Di Los Angeles
Oleh: Ari Firmandi

Kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT bahwa pada akhirnya telah berdiri mesjid Indonesia pertama di Los Angeles. Mesjid yang diberi nama Mesjid Konsulat Jendral Republik Indonesia Los Angeles ini terletak di lantai dasar gedung konsulat RI. 
Mesjid yang diresmikan oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar ini diprakarsai oleh Konsul Jendral Republik Indonesia, Bapak Handriyo Kusumo Priyo, dan dikelola bersama-sama oleh masyarakat.

Karena letaknya yang berada di dalam gedung pemerintahan, dalam hal ini KJRI, dan berada di bawah pengawasan dan manajemen pihak konsulat, membuat waktu penggunaan dan tata cara penggunaan mesjid yang menjadi terbatas. Bisa dibilang, waktu penggunaan mesjid ini secara efektif hanya dapat digunakan dua kali tiap minggunya, itu pun dalam cakupan jam yang relatif terbatas, yaitu hari Jumat untuk Shalat Jumat, dan hari Sabtu untuk aktivitas pengajian dan Sekolah Islam.
Lalu, dalam hal dana yang akan atau telah dialokasikan bagi pengembangan mesjid, pengelola mesjid seyogyanya berhati-hati dalam menggunakan dana-dana swadaya masyrakat. Ini untuk menghindari kerancuan di kemudian hari, bilamana fasilitas ini tidak menjadi milik negara lagi, karena sesuatu hal, misalnya bila gedung ini dijual ke pihak lain. Ataupun kita perlu mengantisipasi bilamana terjadi pergantian jabatan konsul di kemudian hari yang bisa jadi memberikan kebijakan yang berbeda terhadap penggunaan fasilitas tersebut.
Adapun dari yang telah disinggung di atas, kita masih harus tetap bersyukur bahwa kita telah memiliki wadah untuk mempersatukan umat muslim Indonesia melalui aktivitas-aktivitas keagamaan, baik untuk pendirian shalat maupun untuk aktivitas keagamaan yang lain, seperti ceramah, penggunaan sekolah atau tempat diskusi dan rapat. 
Swadaya masyarakat terhadap pengelolan mesjid tetap dibutuhkan. Sehingga kita sebagai umat muslim masih akan bisa mendapatkan rasa kepemilikan yang lebih dalam dari hanya bila sekedar memakai mesjid tersebut. Dengan adanya self-manage by society ini akan dapat pula ”menarik” minat masyarakat lain untuk hadir dan partisipasi dalam kegiatan keislaman di kemudian hari.
Dengan adanya mesjid ini, Insya Allah akan melatih diri kita semua untuk bersama-sama mempersiapkan diri dalam rangka kepemilikan mesjid yang 100% hasil swadaya masyakat di kemudian hari. Amien. □