Yang Ringan, Yang Rileks

“Eh, Add Gua Dong!”
Oleh: Suryo Boediono


Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia terutama kaum muda baik yang berada di Tanah Air maupun yang sedang berada di manca Negara seperti di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Australia dan lain sebagainya sedang dilanda DEMAM FRIENDSTER. 

Sebenarnya apa sih Friendster itu? Friendster merupakan sarana untuk saling mempertemukan teman melalui media internet. Berbeda dengan Yahoo atau MSN messenger yang lebih merupakan wahana langsung untuk saling berkomunikasi, Friendster lebih mirip album buku yang berisikan data-data dan kata-kata indah dari teman-teman dekatnya untuk kemudian dipajang di internet. Untuk lebih jelasnya silahkan cek www.friendster.com 

Kegunaan Friendster bagi saya pribadi tidak lebih sebagai media reuni dikarenakan seringnya bertemu dengan teman lama yang hilang tak tentu rimbanya. Banyak diantaranya teman lama di jaman SD, SMP dan SMA. 

Salah satu kegunaan lain dari Friendster adalah untuk mengasumsikan karakter seseorang. Bisa dilihat dari hobi, pekerjaan, interest, testimonial sampai ke daftar teman-temannya. Kita juga bisa mengetahui apakah teman kita itu benar-benar memiliki teman banyak atau hanya pura-pura memiliki teman banyak. Kalo mau nekat, Friendster bisa juga dijadikan sarana mencari pacar atau gebetan baru (tergantung orangnya sih !). 

Tidak ada salahnya menghabiskan waktu di depan computer untuk berfriendster-ria (meskipun kalo dikaji ulang ya salah). Hal yang sangat positif terutama bagi para bujang lapuk di luar negeri. Dan kalau dilihat dari sudut pandang Islam sendiri, penggunaan friendster ini sejalalan dengan apa yang diajarkan oleh agama Islam, yaitu untuk tidak memutuskan tali silaturahmi dengan sesama. 

Jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan waktu untuk minum-minum, disko, hura-hura di mall atau berduaan dengan pacar di apartement. (Astagfirullah !!).
________________________________________

Abu Nawas
Abunawas Suatu hari raja merasa sangat jengkel dengan kelicikan dari Abunawas, maka ia bermaksud untuk mencelakakannya. Lalu ia memanggil Abunawas datang ke Istana dengan maksud agar dapat menyuruhnya melakukan suatu tugas yang mustahil dilakukan. 

Abunawas disuruh membeli pisang goreng di dasar kolam. mendengar tugas yang cukup sulit ini, maka Abunawas memohon kepada raja agar ia boleh berpikir-pikir dahulu selama lebih kurang tiga hari, singkat cerita raja mengizinkannya.

Tiga hari kemudian Abunawas datang menghadap raja, sementara raja membayangkan bahwa sebentar lagi ia pasti dapat menghukum Abunawas. Tetapi Abunawas dengan tenang berkata bahwa ia akan mencoba apa yang diperintahkan oleh raja. Maka Abunawas pun lompat ke dalam kolam itu, kemudian ia menyelam sampai kedasarnya. Lima menit kemudian ia muncul kembali, namun tangannya tidak membawa apa-apa. Semua teman-temannya sudah mulai terkejut, sebab sebentar lagi pastilah Abunawas dihukum. 

Raja kemudian bertannya "Abunawas, mana pesanan saya?"Abunawas dengan tenang menjawab "Maaf tuanku raja, toko tempat penjualan pisang gorengnya sudah tutup !"

"Mana mungkin tutup, saya belum pernah mendengar ada toko di dasar kolam ?" jawab raja penuh keheranan.

"Makanya. Tuanku raja sudah mengetahui bahwa tidak ada toko di dasar kolam, mengapa menyuruh saya membeli pisang goreng ke sana? balas Abunawas penuh kemenangan. 

Dari cerita di atas kita dapat mengambil pelajaran bawha raja tidak menyuruh Abunawas melakukan pekerjaan yang tidak amsuk akal, raja itu jahat. Tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang maha tahu, apa yang diperintahkan-Nya pasti dapat kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita. (IK)