La Alhambra – Granada

Granada, suatu kawasan yang terletak di tepian laut Mediterania Spanyol, sedikit banyak menyimpan bukti peninggalan Islam dimasa lampau, sebagai contohnya adalah Istana Alhambra; sebuah bangunan kuno yang tetap berdiri megah di jantung kota Granada. Selain menyimpan sejarah panjang bagi umat Islam, bangunan ini juga merupakan bukti kejayaan serta tingginya peradaban orang-orang Islam tempo dulu.

Alhambra dalam bahasa Arabnya hamra (bentuk jamak dari kata ahmar) yang berarti merah, karena bangunan ini banyak dihiasi dengan batu bata serta ubin berwarna merah bercorak seni Islam. Ada pula yang berpendapat bahwa Alhambra berasal dari nama pendirinya yakni Al-Ahmar.

Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar, satu kerjaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia (sekarang Spanyol). Bangunan ini didirikan secara bertahap, dimulai pada tahun 1238 M, pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad bin Al-Ahmar dan selanjutnya diteruskan oleh keturunan raja-raja Bani Ahmar sebelum akhirnya jatuh ke tangan Raja Ferdinand V pada tahun 1492 M.

Istana ini dilengkapi dengan taman Mirta, sebuah taman yang dipenuhi dengan pohon myrtuscommunis dan juga berbagai macam bunga. Selain itu ada juga taman Singa (Hausyus Sibb), taman yang dikelilingi dengan 128 tiang dengan kolam air mancur ditengahnya yang dikelilingi oleh dua belas patung singa. 

Selain dikelilingi berbagai macam taman, di dalam istana ini terdapat juga berbagai macam ruangan, sebagai contohnya Al-Hukmi (ruangan berbentuk bujur sangkar yang berfungsi sebagai pengadilan), ruang Hausy Ar-Raihan, Baitul Al-Ukhtan, serta Masjid Al-Mulk. Selain itu, 

istana merah ini dikelilingi oleh benteng dengan batu bata kemerah-merahan. Yang lebih unik lagi, pada bagian luar Istana ini ditopang oleh pilar-pilar panjang sebagai penyangga juga penghias istana Alhambra. Kemudian, dinding istana itu baik di luar atau pun dalam istana banyak dihiasi dengan kaligrafi-kaligrafi Arab dengan ukiran yang khas nuansa Islam.

Semula kerajaan ini hanya kerajaan kecil, namun dengan cepatnya kerajaan ini menjadi kerajaan kuat dan megah hingga dua setengah abad lebih berkuasa. Kekuatan ini bukan saja dari kematangan pola pikir para pemimpinnya, tetapi keadaan alam pun ikut mendukung kejayaannya. Wilayah Granada termasuk daerah sebuah bukit atau pegunungan yang indah dengan ketinggian kurang lebih 150 m, dengan luas kira-kira 14 ha, sekarang bernama bukit La Sabica.

Pada tahun 1492 M, dimasa kepimpinan Abu Abdillah (Raja terakhir Bani Ahmar) akhirnya kerajaan ini jatuh ketangan Raja Ferdinand V setelah melalui peperangan selama tujuh bulan. Hampir dua abad lebih lamanya Islam berkuasa di Spanyol. Hal ini adalah bukti nyata kejayaan Islam tempo dulu serta tingginya peradaban di tanah Andalusia.

Semoga kekokohan Istana Alhambra, sekokoh keyakinan kita terhadap Islam; agama yang cinta akan perdamaian, rahmatan lil’alamin seperti halnya terlukis pada dinding dinding Istana ini. Amien.