Flu
Oleh: Dr. Nurul Hariadi

Memasuki bulan November ini mulai banyak terlihat tempat- tempat yang menawarkan vaksinasi influenza (flu) seiring dengan dekatnya musim flu, mulai dari rumah sakit hingga farmasi supermarket. Apa sebenarnya flu itu? Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya? Dan bagaimana jika kita terlanjur mengalaminya?

Apakah Flu Itu?

Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala flu dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, rasa lelah yang teramat sangat, batuk kering, sore throat, hidung berair, dan nyeri otot. Mual, muntah, atau diare juga dapat terjadi, namun lebih umum pada anak-anak. Virus influenza menyebar melalui batuk, bersin, atau tangan yang menyentuh benda yang telah terkena virus dan kemudian menyentuh hidung atau mulut. Penularan dapat terjadi sejak 1 hari sebelum gejala timbul hingga 5 hari setelahnya. Ini berarti Anda dapat menularkan flu pada orang lain bahkan sebelum Anda merasa sakit.

Pencegahan

Cara terbaik mencegah flu adalah dengan vaksinasi flu. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan, yaitu:
• Injeksi: berisi virus yang telah mati, diberikan untuk orang berusia enam bulan ke atas, baik yang sehat maupun yang mengalami penyakit kronis.
• Semprotan hidung (nasal spray): kadang disebut LAIV (Live Attenuated Influenza Vaccine), berisi virus hidup yang dilemahkan sehingga tidak akan menyebabkan penyakit, hanya boleh digunakan oleh orang sehat berusia 5-49 tahun yang tidak sedang mengandung.

Kekebalan akan terbentuk sekitar dua minggu setelah vaksinasi. Saat terbaik untuk memperoleh vaksinasi adalah Oktober atau November. Namun, vaksin yang diberikan pada bulan Desember pun akan bermanfaat karena musim flu dapat berlangsung hingga Mei.

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki risiko terkena flu membutuhkan vaksinasi. Namun, ada golongangolongan tertentu yang lebih membutuhkan vaksinasi flu dibanding populasi umum. Dan karena persediaan vaksin sering kali tidak cukup untuk mengimunisasi semua orang, golongan-golongan inilah yang diprioritaskan:

1. Orang dengan risiko tinggi untuk mengalami komplikasi flu:
• Anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
• Wanita hamil
• Orang berusia 50 tahun ke atas
• Orang dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, asma, penyakit paru-paru, penyakit jantung kronis, penyakit hati atau ginjal kronis, berapa pun usianya
• Orang dengan kekebalan tubuh yang rendah, misalnya penderita HIV, kanker, penerima kemoterapi, atau penerima cangkok organ, berapa pun usianya
• Orang yang tinggal di nursing home atau fasilitas perawatan jangka panjang lainnya

2. Orang yang tinggal bersama atau merawat mereka yg memiliki risiko tinggi komplikasi flu: Orang yang tinggal serumah dengan golongan risiko tinggi yang disebutkan di atas
• Orang tua atau caregiver bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, karena bayi di bawah 6 bulan terlau muda untuk divaksinasi
•Orang yang bekerja dalam pelayanan kesehatan Walaupun vaksinasi adalah cara terbaik mencegah flu, ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh divaksinasi. Kelompok-kelompok ini adalah sebagai berikut:
• Orang dengan alergi berat terhadap telur ayam
• Orang yang pernah mengal ami efek samping vaksinasi flu yang parah sebelumnya
• Orang yang pernah mengalami Guillain Barre Syndrome dalam 6 minggu setelah vaksinasi flu.
• Bayi yang berusia di bawah 6 bulan
• Orang yang sedang sakit cukup berat disertai dengan demam, mereka dapat divaksinasi setelah gejala-gejala penyakit mereka membaik.

Selain vaksin, kebiasaan hidup yang sehat akan mencegah penularan flu. Kebiasaan-kebiasaan ini contohnya:
• Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin, dan segera membuang tissue tersebut setelahnya
• Mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah batuk atau bersin. Cairan pembersih tangan dapat juga digunakan
• Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit
• Jika Anda mengalami flu, Anda dapat membatasi penu- Dari hal 7 laran dengan tidak datang ke sekolah, tempat kerja, atau acara dimana orang kumpul.
• Mencoba untuk tidak menyentuh mata, mulut, atau hidung karena virus sering kali tersebar dengan cara ini

Penanganan

Bagaimana jika Anda terkena flu? Walaupun ada obat antivirus yang dapat mengatasi virus influenza, efektivitasnya hanya terbukti jika diberikan dalam 2 hari sejak gejala mulai timbul, di mana orang umumnya belum mengunjungi dokter. Harga obat ini pun relatif mahal. Selain itu, seperti umumnya penyakit lain yang disebabkan virus, sebagian besar flu akan sembuh dengan sendirinya. Dengan demikian obat antivirus tidak dianjurkan pada orang yang sebelumnya dalam kondisi sehat.

Selama Anda flu, Anda membutuhkan istirahat yang cukup dan banyak minum. Jika Anda merokok sebelumnya, Anda butuh menghindarinya. Obat seperti Tylenol dapat membantu mengatasi demam dan nyeri otot. Yang penting diingat adalah jangan pernah memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja yang mengalami flu karena risiko efek sampingnya yang sangat berat.

Sumber:
http://www.cdc.gov/flu/ http://www.kidshealth.org/parent/general/body/flu_vaccine.html