Muslim Pertama di Kongres Amerika Serikat
Oleh: Wendy
![]() |
Bagi komunitas muslim AS, pemilu tahun ini mencatat sejarah dalam upaya meningkatkan pengaruh politik mereka. Tokoh yang menorehkan sejarah itu adalah Keith Ellison, 43. Dia adalah satu-satunya pria muslim yang terpilih menjadi anggota Kongres AS dengan memenangkan pemilu DPR di Minnesota. Allison juga menjadi warga kulit hitam pertama dari Minnesota yang menduduki jabatan di tingkat federal.
Karena berasal dari kelompok minoritas, perjuangan Ellison untuk menjadi senator tidaklah mudah. Meski statusnya sebagai muslim tidak dipermasalahkan, pesaing Ellison tidak pernah bosan mengungkit masa lalu dia yang memiliki hubungan dengan tokoh kontroversial pemimpin gerakan radikal Nation of Islam Louis Farrakhan. Pada pemilihan pendahuluan Agustus lalu, saingan Allison dari Partai Republik Alan Fine mengatakan, sebagai seorang Yahudi, dirinya tersinggung dengan pencalonan Ellison sebagai anggota kongres. Fine menyebut Ellison sebagai pengikut Farrakhan, yang meyakini bahwa Yahudi adalah bencana dunia.
Meskipun sering dicerca, Allison tidak terpancing. Mantan anggota DPR negara bagian Minnesota itu justru menunjukkan sikap simpatik yang mendatangkan dukungan bagi pencalonannya. “Keyakinan merupakan hal yang penting bagi manusia. Tapi, saya tidak ingin membicarakan semua itu. Saya ingin membicarakan perdamaian, menarik pasukan dari Iraq, serta keadilan bagi kelas menengah,” ujarnya merespons serangan musuh politiknya. Ellison menambahkan, dirinya sudah lama meninggalkan Farrakhan karena pemikiran kelompok itu fanatik dan anti-Semit. “Saya tidak pernah setuju dengan pandangan mereka yang penuh kebencian,” kata Ellison sebagaimana dilansir Reuters.
Ellison dibesarkan sebagai seorang Katolik di Detroit hingga menjadi muslim saat masuk universitas. Dia menyatakan, kekuatan dan keteguhan akhlaknya berasal dari agama barunya itu. “Saya tergugah oleh pesan yang disampaikan Alquran tentang kebesaran cinta kasih dan menjalani hidup dengan keyakinan teguh,” katanya. Kakeknya, yang membimbing Ellison masuk Islam, pernah bersikeras memberikan hak suara dalam pemilu meski diancam kehilangan pekerjaan. “Diskriminasi tersebut memberikan inspirasi kepada saya untuk memperjuangkan keadilan dan persamaan hak,” kata Ellison.
Pada pidato kemenangannya kemarin, Ellison mencoba menempatkan dirinya sebagai wakil Minnesota yang membawa kepentingan semua golongan. “Malam ini kita membuat sejarah,” ujar pengacara itu kepada pendukungnya. “Kita telah memenangi pemilu dan membuktikan bahwa kandidat yang melakukan kampanye positif 100 % bisa mengalahkan kandidat yang menghalalkan segala cara,” tegasnya.