Rubrik Kesehatan
Cara Cermat Memilih Obat Di Saat Yang Tepat
Oleh: Ratih Sudharto, MD
Pernah merasakan terjebak di lorong supermarket bagian obat-obatan, entah itu di CVS, Rite Aid, atau Savon? Anda berusaha memutuskan obat mana yang musti dibeli, sementara mungkin sakit perut atau pusing kepala sudah tak bisa kompromi lagi. Boleh jadi istri sudah teriak karena si kecil muntah untuk kesekian kalinya. Pada saat seperti inilah anda mungkin menghela napas panjang dan dalam hati kecil berharap, seandainya saja ada decolgen, panadol,atau sanaflu dijual di toko-toko obat setempat. Duh, tak usah buang waktu untuk membaca satu-persatu dari sekian banyak merk obat yang dijual bebas disini.
Pengalaman lucu saya alami saat pergi mengunjungi teman di Philadelphia. Konon jumlah imigran asal Indonesia di sana melebihi 10.000 orang. Tak heran dengan mudah saya bisa mendapatkan makanan khas Indonesia, dari mulai gudek sampai martabak, dari mulai kue lapis legit sampai es cendol. Salah satu toko yang saya kunjungi bahkan menyediakan segala macam obat dari Indonesia. Seorang bapak berumur sebaya memasuki toko saat saya sibuk belanja krupuk. Si bapak mempunyai bekas kerokan di leher, mukanya merah padam menahan sakit, dan sambil sedikit teriak berkata ke pemilik toko, “Bu, ga kuat nihh…minta Antangin 2 pak ya, saya baru balik dari luar kota dan masuk angina, ehhh…ternyata ga punya Antangin lagi.” Mengejutkannya ternyata toko serba ada itu punya stok Antangin. Tak kuat menahan rasa ingin tahu, saya bertanya ke bapak tersebut, “Pak, kenapa ga beli di CVS, kan sama saja?” Bapak itu tersenyum simpul, “Mana ada neng obat sini yang bisa nyembuhin masuk angin. Bahasa Inggrisnya masuk angin aja ga ada.” Saya jadi terpaku sejenak sambil tertawa dalam hati. Benar juga tu bapak.
Memilih obat yang dijual bebas di sini memang tidak mudah. Akhirnya banyak yang memilih minta dikirim dari tanah air. Padahal resiko kadaluarsa, kemasan rusak, belum lagi ada beberapa obat di tanah air yang masih mengandung bahan berbahaya yang sebenarnya sudah ditarik dari peredaran, seperti phenylpropanilamine maleat (PPA) yang telah diduga meningkatkan stroke pada wanita muda, dan pria dalam jumlah yang lebih sedikit.
Sebelum membeli OTC (over the counter) medicine, penting sekali untung membaca dan mengerti informasi yang tertera di label. Coba gunakan petunjuk di bawah ini. Kalo belum jelas, jangan pernah sungkan bertanya ke pharmacist atau dokter anda.
1. Active Ingredient -- active ingredient adalah bahan kimia di dalam obat yang bekerja meredakan gejala. Ini selalu tertera di baris pertama. Bisa saja dalam satu obat terdapat lebih dari satu bahan aktif.
2. Uses/Kegunaan – kadang disebut indication/indikasi. Akan memberika gejala yang diperuntukan dari penggunaan obat. Pilih obat khusus untuk gejala yang anda alami. Misalnya anda pilek, jangan pilih obat yang juga menekan gejala batuk dan sakit kepala.
3. Efek samping. Walaupun OTC memiliki resiko efek samping yang rendah bila digunakan oleh orang dewasa sehat, resiko akan meningkat untuk anak kecil, manula, dan mereka yang memiliki gangguan ginjal, atau mereka yang menggunakan lebih dari satu macam obat.
4. Warnings – Akan memberi tahu anda obat lain, makanan, atau situasi (menyetir contohnya) yang harus dihindari selama menggunakan obat tersebut.
5. Directions –informasi tentang berapa banyak berapa sering penggunaan obat.
6. Other Information – informasi tentang bagaimana cara penyimpanan dll.
7. Inactive Ingredients – Bahan kimia tak aktif yang bukan untuk menghilangkan gejala. Yang termasuk di sini adalah bahan pengawet, bahan pengikat, dan bahan pewarna. Ini penting diketahui bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan kimia tertentu atau bahan pewarna.
Mengatasi Gejala Flu
Karena flu disebabkan oleh virus, sebenarnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkan flu atau common cold. Obat yang tersedia hanyalah menekan gejala yang mengganggu sampai tubuh kita sendiri yang akan melawan virus penyebab flu. Berikut ini tips untuk membantu mengatasi gejala flu.
• Tinggal di rumah dan beristirahat, terutama bila badan panas.
• Jangan merokok dan hindari menjadi perokok pasif.
• Banyak minum air putih, juice segar atau makan sayur bening.
• Jangan minum alcohol.
• Kumur dengan air garam hangat untuk membantu gatal tenggorokan. Throat sprays atau lozenges juga bisa menghilangkan rasa sakit.
• Gunakan salt water (saline) nose drops untuk menghilangkan sumbatan hidung.
• Bila ingin menggunakan obat yang dijual bebas, coba simak tabel di bawah ini.
| Hari | Gejala | OTC Medicine |
|
1 |
Letih, radang tenggorokan ringan, panas |
Acetaminophen ( brand names: Panadol, Tempra, Tylenol) atau nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) drug (ibuprofen [some brand names: Advil, Menadol, Motrin]). NSAID sebaiknya tidak digunakan untuk mereka yang punya gangguan pencernaan. |
|
2 |
Pilek |
Antihistamine (diphenhydramine [brand names: Benadryl Allergy, Banophen, Diphenhist], chlorpheniramine [brand names: Aller-Chlor, Chlo-Amine, Chlor-Trimeton Allergy]) |
|
3 |
Hidung tersumbat |
Decongestant (pseudoephedrine [brand names: Allermed, Genaphed, Sudafed]) |
|
4 |
Batuk kering |
Antitussive (dextromethorphan [brand names: Drixoral, Pertussin CS, Robitussin Pediatric]) |
|
5&6 |
Batuk bereak |
Expectorant (guiafenesin [brand names: Guiatuss, Robitussin, Tusibron]) |
|
7 |
Suara hilang |
Tidak ada obat yang bisa mengembalikan suara. Satu-satunya cara adalah beristirahat sampai suara kembali. |
Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, Anda dapat hubungi penulis di ratih_sudharto@mentaritimur.com