Gebrakan Kabinet Indonesia Bersatu
Oleh: Iwan K.

Hampir satu bulan sudah berlalu, Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Presiden SBY dilantik. Pesan presiden kepada segenap menterinya untuk tidak menjawab kesangsian berbagai pihak dengan kata-kata, namun menjawab dengan kerja nyata merupakan hal yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Janji SBY untuk melakukan perubahan dan gebrakan akan selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama dalam 100 hari pertama masa kerjanya.

Persoalan pokok pertama yang perlu di perhatikan adalah pemberantasan korupsi. Tingkat angka korupsi sudah saatnya ditekan seminimal mungkin demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan mempunyai kredibilitas di mata rakyat Indonesia.

Masalah berikutnya adalah menggairahkan roda perekonomian, termasuk menumbuhkan kembali kepercayaan investor luar terhadap iklim investasi di dalam negeri. Suasana investasi yang kondusif akan menarik banyak investor baik dalam maupun luar negeri untuk membuka lapangan kerja baru sehingga hal ini akan mengurangi jumlah angka pengangguran yang meningkat sejak krisis ekonomi tahun 1997.

Masalah pokok selanjutnya adalah penegakan hukum. Hal ini adalah penting sekali karena menyangkut rasa keadilan masyarakat. Kita semua mendambakan hukum tidak bisa dimainkan oleh oknum-oknum yang bermasalah. Bahwa semua warga negara adalah sama kedudukannya di mata hukum tanpa pandang bulu. Memang untuk mewujudkan hal ini tidak mudah. Kerjasama dan tekad dari tiga institusi peradilan yakni pihak kejaksaan, kepolisian, dan kehakiman adalah mutlak diperlukan. Presiden SBY sendiri telah berjanji untuk mem-back up habis-habisan mengenai hal penegakan hukum. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada instansi terkait untuk memulainya dengan langkah nyata. 

Persoalan keempat yang juga perlu mendapatkan perhatian yakni memberikan kembali rasa aman kepada masyarakat, terutama kasus teror dan aksi kejahatan yang selama ini makin menjadi-jadi. Pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh pihak kepolisian adalah menangkap buron nomor wahid Dr. Azhari dan rekannya Noor Din M.Top yang masih berkeliaran di Indonesia. Kalau situasi dan keadaan aman, wisatawan asing tidak akan segan lagi untuk menengok Indonesia, industri pariwisata kembali bergairah dan meraih masa kejayaannya.

Saya pribadi tidak mempersoalkan nama-nama menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang telah diumumkan Presiden SBY, karena bukan kapasitas saya untuk menilai capability mereka. Namun saya percaya bahwa Presiden telah mempertimbangkannya secara matang dan mendalam siapa-siapa yang duduk di kabinetnya. Komentar pro dan kontra terhadap nama-nama menteri yang duduk di kabinet adalah wajar, karena rakyat menginginkan kabinet diisi orang-orang yang bersih, jujur serta tidak terkait kasus hukum.

Nampaknya beberapa departemen dan instansi pemerintahan sudah memulai dengan gebrakan-gebrakan baru. Pihak kejaksaan memulainya dengan membuka kasus-kasus koruptor kakap yang sudah dipetieskan. Tertangkapnya buronan kasus BNI beberapa waktu lalu oleh pihak kepolisian merupakan langkah awal yang cukup bagus dalam bidang penegakan hukum. Departemen Kehutanan dibawah menteri barunya sudah menabuh genderang perang terhadap cukong-cukong penebangan liar (ilegal logging) yang merugikan devisa negara puluhan milyar rupiah tiap tahunnya. Dalam bidang kesehatan, departemen kesehatan akan membentuk Dewan Konsil Kedokteran yang bertugas mengurusi kasus malpraktik yang selama ini cenderung terkatung-katung tanpa adanya jalan penyelesaian. Dewan ini nantinya akan diisi oleh para dokter ahli, LSM, ahli hukum, dan perwakilan perguruan tinggi. Selain itu, departemen kesehatan juga akan membebaskan biaya pengobatan dan perawatan bagi masyarakat miskin. Departemen Pendidikan memulai gebrakan dengan menetapkan masa pakai buku selama lima tahun bagi siswa sekolah dasar sampai lanjutan tingkat atas. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban para orang tua murid terhadap biaya pendidikan yang cenderung meningkat tiap tahunnya.

Apa pun yang dilakukan, kini genderang untuk melakukan gebrakan dan terapi kejut di berbagai bidang telah ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kita masih menunggu kejutan demi kejutan dari masing-masing departemen dalam 100 hari ke depan. Yang perlu ditekankan, penegakan hukum agar betul-betul dilaksanakan bersama-sama antara kejaksaan, kepolisian dan pengadilan.

Tentu saja, kejutan bukan asal kejutan. Rakyat yang menginginkan perubahan sudah tidak sabar menunggu gebrakan selanjutnya dalam 100 hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu dalam menangani kasus korupsi, penegakan hukum, mengurangi pengangguran, serta memberikan rasa aman. Selamat bertugas kabinet baru, maju terus, pantang mundur dan tetap semangat. Kami tunggu gebrakanmu selanjutnya.