Sambutan Konsul Jendral RI LA pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
(Disampaikan: 3 Mei, 2004 – KJRI LA Lantai 5)

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Assalamu alaikum wr. wb.

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang benar, yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya Ilahi yang terang benderang, seraya meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya. Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW dan kepada keturunannya.

Pada hari ini, kita berkumpul bersama di tempat ini untuk memperingati hari kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW atau yang kita kenal dengan nama Maulid Nabi. Sebagaimana kita ketahui bersama beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal, hari Senin. Kalau pada saat ini kita berkiparah memperingati hari Maulid Nabi dalam berbagai bentuk kegiatan yang dapat mencerminkan kecintaan kita kepada beliau, maka hal ini berarti kita telah mengikuti ajarannya seperti yang terdapat dalam salah satu hadist yang telah beliau ajarkan kepada kita yang artinya:

”Barangsiapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberikan syafa’at kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barangsiapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan gunung emas di dalam sabilillah”.

Bila disimak, hadist di atas jelas memberi pengertian kepada kita betapa pentingnya memperingati hari kelahiran rasulullah, sehingga bagi siapa saja yang mau memperingati hari kelahiran beliau, niscaya beliau akan memberikan syafa’at atau pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak, di mana pada hari itu setiap orang memang membutuhkan pertolongan agar selamat dari berbagai siksa dan bencana yang mengerikan. Begitu pula bagi siapa saja yang mau mendermakan sebagian harta kekayaannya demi untuk mengagungkan kelahiran beliau, maka tidak akan sia-sia lah derma itu, sebab apa yang didermakan tersebut bakal dibalas oleh Allah seperti mendermakan harta kekayaannya untuk sabilillah.

Dengan demikian, tidaklah heran jika pada setiap bulan maulid atau Rabiul Awwal di mana-mana orang menyelenggarakan perayaan dalam bentuk kegiatan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW dengan harapan agar dicatat sebagai orang yang bakal mendapatkan syafa’at dari beliau atau termasuk kepada golongan orang yang menghidupkan agama Islam, dan juga dengan harapan agar kelak kita jika meninggal masih dalam keadaan tetap beriman. Dalam hal ini, Sayyidina Umar RA berkata:
”Barangsiapa mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, niscaya tidaklah ia keluar dari dunia (mati), kecuali tetap dalam keadaan Islam”.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin sekalian, sudah barang tentu terdapat beberapa alasan mengapa hari kelahiran Rasulullah SAW kita peringati setiap tahun. Adapun beberapa tujuan dan faedah kita menyelenggarakan peringatan Maulidiyah ini antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, untuk menambah rasa kecintaan kita kepada Rasulullah. Sebagai orang yang beragama Islam, maka mencintai Rasulullah SAW adalah suatu kewajiban. Bahkan bukan hanya kepada beliau saja, melainkan juga kepada para keluarga dan sahabat beliaupun kita wajib mencintainya, melebihi dari kecintaan kita kepada dirinya sendiri dan keluaraganya. 
“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya”.

Salah satu cara untuk melahirkan rasa kecintaan kita kepada beliau adalah turut memperingati hari kelahiran beliau dengan berbagai kegiatana keagamaan seperti menyelenggarakan pengajian, khitanan massal, memberi hadiah kepada anak yatim-piatu dan lain-lain yang kesemuanya itu dilaksanakan pada bulan Rabi’ul Awwal dengan niat mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kedua, untuk menambahkan kesadaran meniru segala perilaku Rasulullah SAW. Kita sebagai umat Islam hendaknya bisa mengikuti perilaku yang telah diteladankan oleh Rasulullah. Kadang-kadang dalam perasaan kita timbul perasaan enggan untuk meneladani perilaku beliau karena memandang sudah ketinggalan jama, kolot dan ortodoks. Hal ini keliru, sebab ajaran dan perilaku beliau sebenarnya bila direnungkan adalah sangat baik, mulia dan sesuai dengan perkembangan jaman, karena didasarkan pada wahyu Allah yang merupakan sumber dari keteladanan yang baik. Allah telah berfirman di dalam surat Al-Ahzab, ayat 21 yang artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Ayat tersbut jelas memberik pelajaran kepada kita semua bahwa hanya Rasulullah SAW lah yang patut kita jadikan teladan dan bukan yang lain.

Ketiga, sebagai media untuk menyebarkan agama Islam, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di berbagai tempat dengan berbagai bentuk kegiatan dan acara, dapat diartikan sebagai media dakwah untuk menyiarkan agama Islam. Hal ini disebabkan karena orang-orang awam yang sebelumnya kurang mengenai Islam dan Nabi Muhammad SAW akhirnya akan menjadi mengerti setelah berkali-kali mendengarkan uraian Maulid Nabi. Ini berarti pula bahwa di dalam memperingati Maulid Nabi kita memperoleh dua pahala, yaitu pahala karena mencintai beliau dan pahala karena bisa berdakwah mengajak orang untuk berbuat kebajikan dan menjauhi kemungkaran.

Akhirnya perkenankan lah pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menutup sambutan saya dengan mengajak para hadirin sekalian untuk selalu mengikuti jejak dan meneladani perilaku Rasulullah SAW sebagai pencerminan kecintaan kita keada Allah SWT, sebagaimana difirmankan di dalam surat Al-Imran ayat 31, yang artinya:

“Katakanlah: jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Sekian dan terima kasih. Wa assamulaikum wr.wb. (AF)