Nabi Muhammad Figur Terbaik
Oleh: Farhat Ambadar

Bagi umat Islam Indonesia, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan suatu kewajiban kultural. Umat Islam secara tradisional merasa berkewajiban untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammd SAW atau yang lebih dikenal dengan nama Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi ini diselenggarakan dengan berbagai cara. Pada contohnya, banyak pihak mengadakan pengajian di mesjid dengan mengundang penceramah atau tokoh agama yang membahas tentang kisah dan sejarah Nabi Muhammad SAW, terutama akhlak dan kepemimpinan beliau yang sangat perlu diteladani. 

Dalam tradisi acara ini para jamaah melantunkan bacaan yang tertulis dalam kitab Barzanzi yang menuturkan tentang sejarah kehidupan Nabi. Diharapkan dengan pembacaan tadi apabila jamaah mengerti arti dan menghayatinya maka mereka diharapkan akan dapat mengamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, agar lebih baik dalam hubungan bermasyarakat satu dengan lainnya. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzaab ayat 21, yang artinya : “Sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari kemudian dan banyak mengingat Allah”.

Rasulullah SAW bersabda dalam suatu hadistnya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Kita mengetahui bahwa jaman pada waktu itu adalah jaman yang sangat penuh kebobrokan, yaitu jaman yang sangat penuh dengan kebodohan ataupun yang terkenal dengan sebutan jaman jahiliyah. Pada jaman itu, bila seorang ibu melahirkan seorang bayi perempuan maka bayi tsb. akan dikubur hidup-hidup. Dengan datangnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, maka kondisi yang demikian menjadi berubah total, karena agama Islam antara lain mengajarkan emansipasi dan mengangkat harga diri wanita. Sehingga dengan adanya Islam, bangsa ini berubah 180 derajat menjadi bangsa yang beradab dan menjadi bangsa yang mementingkan orang lain bukan lagi mementingkan golongannya, mengangkat martabat perempuan, mengajarkan bagaimana tatanan kehidupan sosial, politik serta ekonomi yang baik yang diajarkan dalam agama Islam, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafuur”, yang artinya : Negeri yang baik dan Tuhan yang Maha Pengampun.

Rasulullah yang sangat sederhana didalam kehidupannya dimana senantiasa berbaur dengan masyarakat, merupakan pemimpin yang menggambarkan contoh yang serba komplit bagi umat dari segi apapun juga. Dia adalah seorang ulama, seorang politikus ulung yang pemikirannya menembus ke depan, seorang ahli ekonomi, seorang panglima perang yang memimpin pasukannya di medan perang, seorang ayah dan juga seorang kakek. Dalam hal ini banyak sekali contoh dan perilaku dari Rasulullah yang harus kita ikuti.

Marilah kita renungkan bersama hal ini.

Kritisi Umat: ”Kok, banyak sekali yach konflik berdarah di muka bumi ini yang melibatkan negara-negara Islam?”