Solat
Solat misalnya baru diterima kalau sebelumnya kita membersihkan jasmani dan rohani kita. Jadi 'toharah' yaitu pembersihan atau pensucian jiwa adalah kunci untuk bertaqarub kepada Allah SWT.
Wudu
Wudu sebetulnya bukan hanya membersihkan anggota badan, tapi juga membersihkan batin atau jiwa. Sebab setiap tetesan air wudu itu membersihkan dosa-dosa kecil. Sebanyak tetesan itulah dosa-dosa itu berjatuhan.
Ketika kita membersihkan kedua tangan kita, bukan hanya tangan saja yang bersih, tapi juga dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan kita sebelum wudud ikut jadi bersih. Mungkin sebelum wudu tangan kita memegang sesuatu yang tidak halal, atau memukul orang secara zdolim. Maka kita berdo'a: "Ya Allah ampunilah semua dosa yang dilakukan oleh kedua tangan ini".
Ketika kita berkemur (memberesihkan mulut), kita mengeluarkan semua kotoran yang ada dimulut. Tapi yang lebih jauh dari itu, sebetulnya kita sedang memohon kepada Allah, “Ya Allah! Berapa kata-kata buruk, bohong, ghibah yang keluar dari mulut ini, ya Allah beresihkanlah kedua bibir ini.”Hati-hati para perokok, siapa tahu asap rokoknya membuat orang yang sakit astma tambah kambuh sakitnya. Atau asapnya itu mengakibatkan orang lain terkena penyakit kangker. Kalau orang yang asthma itu berdo'a, pasti do'anya dikabul karena dia sedang didzolimi.
Ketika kita membasuh muka, maka semua dosa yang dilakukan oleh mata, hidung bercucuran seperti tetesan air wudu. Ketika air sampai dikening, mohonlah kepada Allah "Ya Allah! Bersihkan kening ini dari rencana-rencana yang jelek."
Demikian juga ketika membasuh kaki, kita berdoa agar jangan dibiarkannya untuk melangkah kecuali ketempat yang diridhoi oleh Allah SWT. "Ya Allah ampunilah kalau selama ini kaki ini sering dilangkahkan ketempat-tampat ma'siat."
Jadi ketika berwudu hendaklah kita berwudu secara jasami dan rohani, atau zhahir dan batin.
Suuzdzon (Buruk Sangka)
Diantara penyakit hati yang berbahaya adalah 'suuzdon'. Kita harus hati-hati, karena kalau hati kita tidak dibersihkan dari penyakit ini, maka kita tidak akan bisa bertaqarub dengan Allah, dan tidak bisa menikmati hidup ini, malah kita akan sangsara dan menderita.
Apa Bahayanya Suuzdon?
Diantara bahaya suuzdon adalah:
Banil Mustaliq
Suatu hari datanglah suatu delegasi Yahudi dari suku Banil Mustaliq yang menyatakan diri masuk Islam, dan mereka berjanji akan membawa zakat setelah setahun.
Setelah setahun lewat, maka Nabi (S) mengutus salah seorang shahabat untuk mengumpulkan zakat dari mereka. Berangkatlah shahabat tsb. Namun ditengah jalan –mungkin dibisikan oleh shaitan- shahabat itu kembali ke Madinah dan menyampaikan kepada Nabi (S) bahwa Banil Mustaliq tidak mau membayar zakat, dan malah mereka mengamcam untuk membunuhku. Nabipun marah, karena orang-orang Yahudi itu telah masuk Islam dengan suka rela, mereka datang sendiri ke Madinah, maka mengapa sekarang tiba-tiba mereka memusuhi Islam?
Dikirimnya subuah pasukan dibawah pimpinan Khalid bin Walid. Namun Nabi (S) menyeruh khalid agar datang kepada mereka dimalam hari, dan tunggu sampai fajar. Kalau terdengar suara adzan, maka jangan diserang. Ketika fajar Khalid dan pasukanya mendengar suara adzan dari perkampungan Banil Mustaliq itu. Dan ketika khalid bertemu dengan pemimpin merka Al-Harith, dia berkata, "Kami sedang manunggu utusan Rasulullah yang akan mengumpulkan zakat, tapi tidak ada yang datang."
Setelah peristiwa itu turunlah ayat 12 dari surat al-Hujuraat, yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
Bayangkan kalau Nabi (S) tidak menyuruh khalid RA untuk melakukan 'tabayun', investigasi pasti akan terjadi peperangan, dan akan memakan jiwa yang banyak.
Tajasus dan Ghibah
Mengapa ayat diatas setelah berbicara masalah suuzdon, langsung berbiara masalah 'tajasus' (memata-mati) dan ghibah (mengupat)? Karena umumnya kalau orang sudah suuzdzon, suka ingin tahu, benar atau tidak sangkaan buruknya itu.
Maka dia akan mengadakan tajasus. Dan kalau hasil tajasusnya itu benar, maka dia akan menceritakannya kepada orang lain, maka dengan demikian dia telah bebuat 'ghibah' yang dilarang dengan keras oleh Islam.
Solusi
Jadi bagaimana solusinya kalau tiba-tiba kita mempunyai sangkaan buruk pada seseorang? Jawabannya kita harus berusaha dulu untuk mencari seribu macam alasan, demikian kata Nabi SAW.
Ghosip
Misalnya seorang istri menerima telepon dari seseorang tentang suaminya: "Hai hati-hati lo, suamimu punya hubungan dengan perempuan lain." Maka sebagai istri yang baik seharusnya jangan langsung percaya, atau mengadakan investigasi. Malah sebaiknya dijawab, dengan kata-kata seperti: "saya tidak akan buruk sangka sama suami saya, saya akan memohon kepada Allah SWT untuk melindungi suami saya yang tercinta.
Ah mungkin teman saya salah sangka. Perempuan yang bebicara dengan suami saya itu adalah castomernya."
Dengan demikian maka hati si istri akan merasa lega. Kalau tidak maka, suasana kekeluargaan pasti akan keruh.
Semua tingkah laku suami akan dicurigai. Setiap suami pulang terlambat, atau menelepon seseorang, si istri langsung akan curiga.
Akhirnya si istri hidupnya menderita, dan tidak bahagia lagi.
Anak Pulang Lambat
Suatu hari seorang ibu agak gelisah karena anaknya yang perempuan pulang kerja agak terlembat.
Daripada curiga atau suuzdzon, si ibu malah solat dan berdo'a: "Ya Allah! Engkau yang Maha Mengetahui segala sesuatu, segala rahasia yang ada dialam ini. Engkau tahu apa yang terjadi pada anak saya.
Saya tidak mau buruk sangka, maka, ya Allah jagalah dia, janganlah saya dipisahkan denganya."
Baru saja selesai si ibu itu berdo'a, terdengar suara telepon mendering, "Ibu maaf saya hari ini pulangnya agak lambat, karena ada lembur (overtime), sebentar lagi saya pulang bu!."
Demikian terdengar suara anaknya. Itulah yang disebut dengan suara hati atau kontak batin. Siapa yang menghubungkan parasaan ibu yang gelisah itu kepada anaknya? Adalah Allah yang mendengar do'a ibunya yang tidak suuzdzon itu.
Itulah diantara keuntungan berhusnuzdzon (baik sangka) kepada Allah dan kepada orang lain.
Tetangga
Atau kita punya tetangga yang mengadakan hajatan (kenduri) dan kita tidak diundang, jangan langsung bersuuzdzon (buruk sangka).
"Ah mungkin dia sudah tidak senang lagi sama saya." Jangan, hibur hati kita dengan mencari berbagai macam alasan.
Rapat
Kalau dalam rapat teman kita terlambat, atau ngantuk, jangan kotori hati kita, tapi cari alasan "oh mungkin jalan macet (traffic jam), atau mungkin tadi malam dia kurang tidur karena anaknya sakit."
Pernah suatu ketika dalam suatu rapat, seorang boss marah kepada salah seorang pegawainya yang agak ngantuk dalam rapat: "Kamu tidak tahu diri, sudah datang terlambat, ngantuk lagi. Ini kan rapat penting!" kata si bos.
Orang lain yang hadir rapatpun meliriknya dengan mata sinis.
Lalu orang itu berkata:"Maaf saya datang agak terlambat, dan agak ngantuk, karena sejak sore kemarin sampai tadi pagi saya tidak tidur menemani istri saya yang melahirkan dirumah sakit.
Sebetulnya saya tidak mau datang, tapi karena, bos tadi menelepon, dan bos bilang rapat ini penting, maka saya datang juga, jadi please maafkan saya."
Maka bos dan yang lain, mulai saling memandang dengan mata kesihan, dan menyesal karena telah bersuuzdzon kepadanya.
Penutup
Mari kita bersihkan hati kita dari suuzdzon, hasud, dengki dan semua penyakit hati. Karena maskipun kita memakai pakaian yang bagus dan bersih, tapi hati kita selau curiga dan kotor, maka tidak ada gunanya.
Kita akan hidup menderita, cape dan selalu gelisah. Akhirnya kita rugi didunia dan di akhirat.