Kembali Kepada Al-Qur’an
Oleh: Farhat Ambadar

Secara kita sadari ataupun tidak , seakan - akan telah terjadi semacam azab dari Allah kepada kita selaku umat Islam. Karena di mana-mana telah terjadi pertikaian, di mana umat Islam lebih banyak menjadi penonton yang lemah dan tidak berdaya dalam menghadapi segala masalah yang terjadi di negara Islam yang lainnya. Mengapa hal ini dapat terjadi? Mengapa sepertinya diantara kita selaku umat Islam tidak memiliki jiwa persatuan yang kokoh?

Bermula dari kurangnya rasa persatuan inilah pihak-pihak di luar Islam berhasil memecah belah umat Islam, yaitu dengan jalan mencerai-beraikan hati para umat supaya tidak dapat bersatu., karena dengan hal ini mereka dapat menguasai medan sebelum pertandingan dimulai.

Kalau seandainya kita selaku umat Islam mengamalkan firman Allah dalam surat Al-Imran ayat 103 yang berbunyi: ”Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang orang yang bersaudara , dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat–ayatnya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.
Sesungguhnya kekuatan pihak-pihak di luar Islam yang menginginkan kejatuhan umat Islam tersebut tidak seburuk yang kita bayangkan. Akan tetapi, rasa percaya diri kita seakan telah hilang dan menjadikan kita untuk tidak memiliki lagi rasa cinta satu sama lain selaku umat Islam. Dari implikasi hal ini seolah telah membuat jiwa kita menjadi lemah dan kerdil. 

Untuk menanggulangi hal seperti yang diutarakan di atas yang terpenting adalah bagaimana kita selaku umat Islam untuk dapat menangkal semua yang dapat merusak persatuan umat Islam, yaitu dengan cara saling mengingatkan satu dengan yang lainnya yang sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT.
Allah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 104 yang berbunyi: “Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang yang beruntung”. Apabila ayat ini diamalkan, maka tidak pernah adanya lagi rasa lemah dan tidak mencintai sesama muslim. Seandainya bil ma' ruf wayanhauna' anilmunkar mampu dilaksanakan di setiap individu umat Islam, maka secara otomatis akan terciptanya umat Islam yang kuat. 

Bila kesemua ini dapat terwujud, Insya Allah akan kita rasakan ketenagan kehidupan bermasyarakat, karena telah terpeliharanya keamanan dan ketenagan kehidupan, tidak adanya lagi perbuatan-perbuatan yang merugikan diri kita ataupun orang lain, karena satu sama lain saling mengingatkan. Marilah kita mulai dari sekarang dari dalam hati kita sendiri, berkeinginan secara seksama untuk selalu menciptakan kesatuan diantara umat Islam, sehingga nantinya kita dapat benar-benar merasakan kebahagian di dunia dan di akhirat dengan selalu berpegang kepada Al - Quran.