Tindak-Tanduk Kriminal
(Penembakan Oleh Adiguna Sutowo)
Belum selesai kasus sang putri, anak mantan orang kuat Indonesia Soeharto, kini Presiden SBY harus menghadapi ujian lagi di tengah musibah nasional yang menimpa Aceh, yaitu dengan terlibatnya Adiguna Sutowo sebagai tersangka utama penembakan seorang pegawai (bar tender) Bar Fluid Club Hotel Hilton Jakarta, bernama Yohanes B. Haerudy, putra Flores berusia 28 tahun .
Adiguna Sutowo, adalah anak dari alm. Ibnu Sutowo, mantan Bos Besar Pertamina yang pernah dijuluki sebagai Raja Minyak Indonesia pada tahun 70-an, dan juga adik dari Ponco Sutowo, pemilik Hotel Hilton.
Pengusaha muda yang mewarisi puluhan perusahaan besar di Indonesia ini terkenal juga sebagai salah satu pereli nasional seangkatan dengan Tommy
Soeharto.
Penembakan yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2005 sekitar jam 3.30 pagi sehabis pesta tahun baru di Club itu, berawal dari dikembalikannya kartu kredit yang diberikan teman wanita dari Adiguna, bernama Novia Hardiana alias Tinul, oleh Rudy (nama panggilan korban) karena kartu tersebut ditolak oleh mesin kartunya. Karena penolakan ini, si wanita menjadi marah-marah dan mengadukannya kepada Adiguna yang langsung mengacungkan revolvernya dan menembak pelipis atas kanan dari Rudy (yang bekerja untuk membiayai kuliah dan orang tuanya di Flores).
Akibat peristiwa ini, sampai sekarang Adiguna masih ditahan di tahanan Kejaksaan Jakarta dan berkas-berkas dakwaannya termasuk barang bukti yang diperlukan telah diserahkan. Efek dari kasus ini adalah, ikut terkuaknya beberapa kasus yang melibatkan Adiguna, antara lain penggunaan obat terlarang (psikotropika) serta peristiwa penggunaan senjata api lainnya. Akankah kasus ini di peties kan seperti kasus-kasus besar lainnya, ataukah akan dituntaskan seperti janji Presiden SBY : “Penegakkan hukum harus dilaksanakan dan kasus ini tidak bisa ditoleransi”. (MS/Tempo/Gatra/Kompas)