Hari Terakhir (Hari Qiamat)
Oleh: Said Abud
Sejarah telah mencatat bahwa peristiwa bencana Tsunami yang melanda di negeri
kita pada menjelang akhir tahun 2004 itu sangat mengejutkan. Musibah itu datang dengan
tiba tiba diluar dugaan manusia.
Begitupula suatu saat alam semesta ini pasti hancur keseluruhan nya dan itu pun akan datang dengan tiba tiba , rahasia kedatangan
akhir dari kehidupan ini adalah rahasia Allah swt , sehingga Rosulullah saw pun tidak mengetahui waktu yang jelas
beliau hanya menggambarkan tanda- tanda kedatangan nya saja.
Belajar sejarah tidaklah sekedar upaya kita menambah wawasan dan informasi tentang
peristiwa penting yang pernah terjadi dimasa lampau namun dalam hal ini penulis ingin menekan kan Bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita menggali hikmah- hikmah dan pelajaran- pelajaran berharga dari pristiwa sejarah untuk kita jadikan bekal dalam rangka menelusuri kehidupan kita kearah yang lebih baik .
Keberhasilan yang diperoleh oleh seseorang pada saat ini itu tidak terlepas dari usaha dan bekal yang dipunyai pada masa yang lampau
begitupula dalam rangka menata dan meniti kehidupan yang penuh diridloi oleh Allah swt diaherat hendaklah
sesorang mempunyai bekal yang mantap yang dilandasi dari alquran dan bimbingan
Rosulullah saw .
Ada beberapa hadist dan ayat alquran yang ingin penulis sampaikan dalam makalah yang singkat ini :
Tahukah anda apa bekal yang baik pada hari qiamat ?
Pada suatu hari Nabi saw melewati perkuburan .Beliau menyapa penghuni kubur:
"Hai ahli kubur, tahukah kalian apa yang terjadi sepeninggalnya
kalian? Istri istri kalian sudah dinikahi orang lain rumah rumah kalian sudah dibagi- bagikan .
Apakah kalian mau menceritakan apa yang kalian alami?."
Kemudian nabi saw bersabda, "Sekiranya mereka bisa menjawab mereka akan berkata bahwa sebaik baiknya bekal adalah taqwa" .
Taqwa menurut Alquran ialah menginfakan harta dalam keadaan senang dan susah,
mengendalikan amarah , memaafkan orang lain, sering berbuat baik, cepat meminta maaf bila berbuat salah dan tidak mengulanginya lagi .
Ibnu katsir dalam tafsirnya menjelaskan pada Surat Alimron Ayat 133
menyebutkan sifat para penghuni syurga, Allah swt berfirman: yaitu orang orang menafkahkan
hartanya baik pada waktu lapang maupun sempit, pada waktu susah maupun senang, dalam keadaan suka maupun terpaksa,
sehat maupun sakit dan dalam seluruh keadaan.
Pada hadist berikutnya menjelaskan:
Bahwa se seorang menanyakan hal qiamat kepada Rosulullah saw dan memanggil beliau dengan lantang,
"Hai Muhammad, kapan hari qiamat itu tiba ?" Maka Rosulullah saw bertutur,
"Celaka engkau, sesungguhnya hari qiamat itu pasti datang, lalu apa yang sudah engkau persiapkan untuk menyambutnya
?"
Ia menjawab, "Aku tidak mempersiapkan untuknya berupa shalat dan puasa yang banyak, tetapi aku mencintai Allah dan Rosulnya."
Setelah itu Rosulullah saw berkata kepadanya, "Seorang itu akan bersama seorang yang
dicintainya."
Pada hadist lain ketika Rosulullah saw ditanya oleh malaikat Jibril tentang
iman, islam, ihsan dan juga tentang kapan terjadi hari qiamat. Dalam hal ini beliau
jawab tidak tahu
Kalimat pertanyaan malaikat Jibril sebenarnya merupakan pelajaran dan pengajaran .
Mengapa jibril bertanya iman lebih dahulu kemudian Islam dan Ihsan.
jawabanya adalah karena iman lah yang menjadi awal dan pokok segalanya, sedangkan Islam merupakan realisasi Iman dan Ihsan yang merupakan
hasil keuntungan dari keduanya .
Terahir hadist yang diriwayatkan oleh Turmizi yaitu :
Tidak henti hentinya seseorang itu berdiri pada hari qiamat sehingga di tanya perihal:
1. Usianya dihabiskan untuk apa .
2. Ilmu pengetahuan nya dipergunakan untuk apa .
3. Hartanya dari mana diperolehnya dan digunakan untuk apa.
5. Badan nya dikerjakan n untuk kepentingan apa hingga tuanya.
Semoga ada manfaatnya, wallahu yuwafikuna bima fihi wayardhohu.