Munir (Almarhum) 

Kematian Munir merupakan pukulan berat bagi perjuangan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, karena Munir merupakan salah satu sosok pejuang HAM yang dinilai berani dalam mengungkap kasus pelanggaran- pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Keberanian Munir dalam mengungkap dan menyuarakan kasus pelanggaran HAM memberikan inspirasi dan mendorong orang lain untuk berani menyuarakan penegakan HAM," kata aktivis HAM yang juga menjadi Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Zoemrotin K Susilo kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Dengan meninggalnya Munir, maka bisa jadi keberanian orang untuk melakukan penegakan HAM menjadi surut. Akan banyak orang yang takut untuk menyuarakan HAM, karena khawatir mengalami nasib yang sama seperti Munir.

"Menurut saya, kalau memang terbukti Munir meninggal karena dibunuh dan pembunuhannya direncanakan, maka kejadian ini adalah pembunuhan gerakan HAM. Karena dengan peristiwa ini, keberanian orang akan surut," ujarnya.

Zoemrotin menekankan, makna yang lebih mendalam dari meninggalnya Munir yaitu bukan hanya hilangnya nyawa Munir sebagai seorang manusia, namun lebih jauh bila nantinya terbukti aktivis HAM itu dibunuh, hal tersebut merupakan upaya menjegal dan mematikan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

"Oleh karenanya dengan kematian Munir ini, wacana pembuatan Undang-Undang tentang perlindungan saksi, korban dan aktivis penggerak HAM semakin penting untuk bisa diwujudkan," ujarnya. (gatra/MS)